1.Konsep Demokrasi
- Istilah "Demokrasi" berasal dari kata Yunani yaitu "demos" berarti rakyat dan "kratos" berarti kekuasaan.
- Istilah ini diperkenalkan oleh Aristoles
2.Bentuk Demokrasi
Demokrasi ditinjau dari
penyaluran kehendak rakyat :
- Demokrasi langsung adalah suatu bentuk demokrasi dimana setiap rakyat memberikan suara/pendapat dalam menentukan suatu keputusan.
- Demokrasi tidak langsung/perwakilan adalah sistem demokrasi yang untuk menyalurkan kehendaknya, rakyat memilih wakil-wakilnya untuk duduk dalam parlemen. Aspirasi rakyat disampaikan melalui wakil-wakilnya di parlemen.
Demokrasi yang didasarkan
oleh prinsip ideologi:
- Demokrasi Liberal: Demokrasi liberal menekankan kepada kebebasan individu dengan mengabaikan kepentingan umum.
- Demokrasi Rakyat: Demokrasi rakyat didasari dan dijiwai oleh paham sosialisme/komunisme yang mengutamakan kepentingan negara atau kepentingan umum.
- Demokrasi Pancasila: Demokrasi Pancasila berlaku di Indonesia yang bersumber dan tata nilai sosial dan budaya bangsa Indonesia serta berasaskan musyawarah untuk mufakat dengan mengutamakan keseimbangan kepentingan.
3.Prinsip Demokrasi
- Negara berdasarkan konstitusi
- Jaminan perlindungan hak asasi manusia
- Kebebasan berserikat dan mengeluarkan pendapat
- Pergantian kekuasaan secara berkala
4.Asas Demokrasi
- Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan misal pemilahan wakil wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung,umum,bebas dan rahasia serta jujur dan adil.
- Pengakuan hakikat dan martabat manusia misal adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak asasi manusia demi kepentingan bersama
CONTOH KASUS
Hari ini di 1998, Empat Mahasiswa
Trisakti Ditembak
REPUBLIKA.CO.ID,Hari ini di 1998 terjadi penembakan terhadap empat mahasiswa
Trisakti. Penembakan ini dilakukan terhadap mahasiswa pada saat demonstrasi
menuntut Soeharto turun dari jabatannya. Kejadian ini menewaskan empat
mahasiswa Universitas Trisakti di Jakarta, Indonesia serta puluhan lainnya
luka.
Mereka yang
tewas adalah Elang Mulia Lesmana (1978 – 1998), Heri Hertanto (1977 – 1998),
Hafidin Royan (1976 – 1998), dan Hendriawan Sie (1975 – 1988). Mereka tewas
tertembak di dalam kampus, terkena peluru tajam di tempat-tempat vital seperti
kepala, tenggorokan, dan dada.
Saat itu
ekonomi Indonesia mulai goyah pada awal 1998, yang terpengaruh oleh krisis
finansial Asia sepanjang 1997 – 1999. Mahasiswa pun melakukan aksi demonstrasi
besar-besaran ke gedung DPR/MPR, termasuk mahasiswa Universitas Trisakti.
Mereka
melakukan aksi damai dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara pada pukul
12.30. Namun aksi mereka dihambat oleh blokade dari Polri dan militer datang
kemudian. Beberapa mahasiswa mencoba bernegosiasi dengan pihak Polri.
Pada pukul
5.15 sore hari, para mahasiswa bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat
keamanan. Aparat keamanan pun mulai menembakkan peluru ke arah mahasiswa. Para
mahasiswa panik dan bercerai berai, sebagian besar berlindung di universitas
Trisakti. Namun aparat keamanan terus melakukan penembakan. Korban pun
berjatuhan, dan dilarikan ke RS Sumber Waras.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar