Senin, 14 Januari 2019

PERENCANAAN DAN PENGENDALAIAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

PENGERTIAN DAN PENDEKATAN YANG DIPERGUNAKAN DALAM PERENCANAAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

Biaya tenaga kerja langsung adalah pembayaran upah kepada karyawan yang langsung berkaitan dengan hasil tertentu .Biaya tenga kerja langsung juga dapat ditelusuri dari produk yang dihasilkan.Alasan utama penggunaan budget tenaga kerja langsung adalah untuk mempermudah pembuatan rencana rencana yang berkaitan dengan jumlah tenaga kerja yang diperlukan,perhitungan tenaga kerja langsung,dan kebutuhan dana.
Pendekatan pendekatan yang digunakan dalam pembuat budget tenaga kerja langsung


  • Estimasi jumlah tenaga kerja standar yang dibutuhkan untuk setiap unit produk dan estimasi rata rata tingkat upah setiap departemen,pusat biaya,atau operasi.Perkalian antara jam kerja standar dengan rata rata tingkat upah merupakan biaya tenga kerja langsung setiap produk pada setiap departemen.Jika biaya tenaga kerja langsung dikalikan dengan jumlah produk yang dibuat pada masing masing departemen maka akan diperoleh jumlah biaya tenaga kerja langsung untuk setiap jenis produk
  • Estimasi rasio biaya tenaga kerja langsung terhadap beberapa ukuran output yang dapat diproyeksikan secara realities
  • Menyusun tabel tenaga kerja dengan mencantumkan kebutuhan tenaga kerja langsung (termasuk biaya) pada setiap pusat pertanggung jawab

Pendekatan yang digunakan dalam meentukan jam kerja langsung


  • Studi gerak dan waktu: Studi ini biasanaya dilakukan oleh bagian teknik dengan membuat analisis pekerjaan apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu produk.
  • Biaya standar (standard cost) :Jika sistem biaya standar telah diterapkan di dalam perusahaan,biasanya telah dihitung pula jumlah kebutuhan jam kerja langsung untuk setiap unit produk.
  • Estimasi langsung oleh supervisor :Cara ini dilakukan dengan menanyakan langsung kepada setiap supervisor departemen produksi,berapa perkiraan jumlah jam kerja yang dibutuhkan untuk membuat rencana produksi.Dalam mebbuat estimasi tersebut,supervisor harus berdasarkan pada pendapat pribadi,pengalaman masa lalu,bantuan tingkat manajemen berikutnya,dan bantuan dari staf teknis .
  • Estimasi dengan statistik:Catatan akuntansi biasanya sangat membantu dalam menentukan jumlah jam kerja langsung.Rasio antara jam kerja langsung dengan jumlah output dihitung dan kemudian disesuaikan dengan rencana perubahan dalam departemen yang bersangkutan.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYUSUNAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

  • Banyak tenaga kerja yang diperlukan.
  • Proses rekrutmen tenaga kerja sesuai kualifikasi (keahlian) dan jumlah tenaga kerja yang diperlukan.
  • Pelatihan yang diperlukan tentunya tidak hanya bagi tenaga kerja baru namun juga bagi tenaga kerja lama untuk meningkatkan keahliannya.
  • Evaluasi dan menentukan kembali spesifikasi pekerjaan yang paling sesuai dengan keahlian para tenaga kerja.
  • Besaran gaji dan upah yang harus dibayarkan untuk setiap tingkatan kualifikasi tenaga kerja.
  • Pengawasan dan pemeliharaan terhadap tenaga kerja.


STRUKTUR ANGGARAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG



PENGENDALIAN BIAYA TENAGA KERJA LANGSUNG

Pengendalian biaya tenaga kerja langsung merupakan persoalan yang cukup besar bagi manajemen.Efektivitas pengendalian sangat tergantung pada adanya supervise,pengamatan langsung,dan laporan pelaksana.Ada dua aspek pengendalian tenaga kerja langsung yaitu


  • Perhatian yang terus menerus 
Dalam hal ini dapat dipakai standar kerja yang realitis untuk berbagai proses.Standar dibandingkan dengan realisasi dan biasanya dilaporkan harian.Jadi,laporan kegiatan harus dilaporkan pagi hari berikutnya yang pada umum berisi realisasi jam kerja,standar jam kerja,penyimpangan waktu.

  • Laporan dan Evaluasi
Laporan harus memuat informasi yang sebenarnya.Laporan pelaksanaan dapat merupakan laporan pelaksanaan departemen




www.e-learning.gunadarma.ac.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AKTIVA TAK BERWUJUD

A.Aktiva Tak Berwujud (Intangible Asset) Aktiva tidak berujud timbul dari: a.   Pemerintah  seperti hak paten, hak cipta, franchise, ...